Surat buatmu


Surat buat kamu...

Bacalah...saat hatimu tenang.....

  'Kamu adalah sebuah keindahan......

Mengenalmu seperti membaca sebuah buku yang penuh dengan kisah.
Dan membaca kisahmu, itu menyenangkan buatku.
Tapi maaf, aku tak punya cukup keberanian untuk beranjak. 
Aku tak punya cukup keberanian untuk menuliskan kisah denganmu.
Nyali yang aku punya, hanya cukup untuk menggenggam tanganmu.
Meski hanya sesekali ...... 
Lisan yang aku punya, hanya cukup untuk membisikkan namamu, 
Meski lirih....

Maaf, hanya ini yang aku punya...
Hanya ini yang bisa kuberikan untuk menemani hari harimu. 
Tak bisa ku berlebih. Kamu pasti mengerti knapa….

Knapa kita hanya bisa bergumam. 
Kenapa kita hanya bisa tertegun. 
Kenapa kita hanya bisa saling menatap dalam diam…

Iyaa…kamu memang benar.
 Itu karena kita memang tidak boleh melangkah bersama.
 Kita memang tidak boleh melukis langit bersama.
 Kita memang tidak boleh  menanti pelangi berdua…
semua tidak boleh…!!!  sedih???
Iya....tapi itulah kita.......

Lalu, knapa kamu bertahan? Kenapa pula aku masih  menanti?
Mestinya kita berhenti  di sini. 
Mestinya kita berhenti bergumam,tertegun, dan saling memandang….
Knapa??Percuma??..
Iyaaa…Kitapun pasti mengerti itu. ...

Tapi kata kenapa, tak harus selalu menemukan jawabannya.
Surat inipun hanya sebagian kecil dari keluh kesah, sumpah serapah tertahan yang tak mungkin terucap....
 Karena tidak mungkin kita menyumpahi kenyataan. 
Tidak mungkin kita mengeluhkan takdir…

Sudahlah,.... 
menapaki hari bersama sapamu, memang menyenangkan. 
Masih tak kuasa aku,kamu, untuk menghentikannya..
Namun  rentang masa yang makin panjang, menorehkan pula rasa bersalah pada takdir. 

Mungkin kita harus meminta maaf pada kenyataan, karena kita mengkhianatinya. 
Mungkin kita harus minta maaf pada takdir, karena kita memungkirinya…
Tapi ya sudahlah…Itulah kita…Itulah sekelumit bahagianya kita…

Sudah ya, tetaplah menjaga bahagia kita…..karena Cuma ini yang kita punya….
Maaf…

Apalah lagi yang akan kutulis.
Jika ini masih saja tentangmu…
Mungkin karena cuma segini saja episode kita.
Tidak ada lagi yang bisa dikatakan,tidak ada lagi yang bisa dituliskan…
Selesai sudah…habis sudah…..


 Maaf............

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika rasa Itu...